Masih Maukah Dipanggil "Sialan" Saat Listrik Mati?

Seperti yang kita ketahui, PLN atau biasa dikenal dengan istilah "Pabrik Listrik" adalah perusahaan milik negara (BUMN) yang bergerak pada sektor kelistrikan di tanah air. Perusahaan yang sudah bergerak hampir 69 tahun ini, telah mengalami kemajuan yang pesat. Kemajuan yang paling menonjol adalah pendistribusian aliran listrik ke desa-desa dan merambah sampai kepelosok negeri.

Tetapi, dengan kemajuan tersebut, PT. PLN (Persero) tidak lepas dari adanya kritikan dari masyarakat yang notabene penikmat listrik. Entah itu kritik membangun ataupun tidak, tentu perusahaan yang tanggal 27 Oktober akan melaksanakan hari jadinya ini pasti akan menampung dan mencernanya untuk kemajuan perusahaan.


Namun, kondisi masyarakat saat ini bisa dibilang awam untuk hal kelistrikan. Yang mereka tahu listrik dapat digunakan untuk menghidupkan lampu dan bisa tersetrum kalau dipegang. Bahkan saat listrik padam atau istilah ngetrendnya "mati lampu", mereka akan mengatakan "Mati lampu!, sialan nih PLN." Itulah perkataan orang awam, jika listrik padam.

Yang lebih parah lagi, masyarakat modern yang biasa berkicau di media sosial akan mengatakan hal serupa dan dibagikan kepada publik. Ini sangat merendahkan citra PLN yang bervisi "Listrik untuk kehidupan yang lebih baik" bagaimana bisa baik, kalau yang dilayani saja tidak mendukung. Padahal mereka tidak tahu menau mengapa listrik bisa padam. 

Memang, saat listrik padam, entah itu terencana maupun tidak, akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat, pabrik atau lainnya. Terlebih untuk perusahaan listrik itu sendiri. Tetapi, PT. PLN (Persero) selalu mengutamakan pelayanan dan mengurangi tingkat pemadaman pada semua wilayah di Indonesia. Dengan berbagai cara dan tentu program-program yang sudah tertata rapi dan siap untuk action.

Menyinggung tentang perkataan masyarakat yang selalu mengatakan "sialan" saat listrik padam, saya akan mebahasnya lebih lanjut.

Mengapa masyarakat bisa mengatakan "sialan" pada saat listrik padam?

listrik mati, mati listrik
Expressi Masyarakat
Manusia secara alami akan meluapkan emosinya saat sesuatu yang sedang dilakukannya terganggu. Pada kasus ini, mati lampu. Sebagai contoh, saat seseorang sedang menonton acara televisi kesukaannya, tiba-tiba listrik mati. Secara emosional, dia akan mengatakan "Sialan! listrik mati." Memang kata "sialan" itu tertuju pada kondisi saat itu. Tetapi saat menyinggung kelistrikan, tentu PLN akan terlibat. Nah, mengapa mereka bisa mengatakan seperti itu? Sebab mereka belum tahu tentang kondisi kelistrikan saat ini. 

Mengapa masyarakat belum tahu kondisi kelistrikan saat ini?

Masyarakat akan tahu jika ada yang mengasih tahu. Ya, cara agar masyarakat tahu tentunya dengan mengadakan sosialisasi. Sosialaisasi bisa dilakukan melalui media masa seperti televisi dan radio, media cetak seperti koran dan buku-buku, media social seperti halaman facebook dan twitter. Juga bisa dilakukan dengan cara sosialisasi secara langsung kepada masyarakat yang dapat dilakukan di balai desa atau tempat pertemuan lainnya.

  1. Media Masa
    Karena saat ini masyarakat sudah jarang  yang menggunakan radio, saya akan lebih menekankan pada sosialisasi melalui televisi. Dengan melaui televisi, akan lebih banyak orang tahu akan kelistrikan. Apalagi iklan mengenai kelistrikan dan menembak pada acara yang sedang hot-hotnya.  Atau mungkin, ada cara khusus pada setasiun televisi tentang kelistrikan, jadi masyarakat akan lebih paham dan mengerti. Bagi anak-anak, bubuhi juga ilmu kelistrikan pada acara anak, seperti kartun. Mislakan si tokoh kartunnya main layangan kemudian benangnya menyentuh jaringan dan tersetrum, atau semacamnya.
    Tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk radio, tembaklah pada radio yang memiliki rating bagus. Agar, sosialisasi ini tidak sia-sia.
    Saya tahu, pasti promosi sosialisasi melalui media masa seperti ini akan mengeluarkan banyak dana. Untuk itu, pikirkan lebih matang.
  2. Media Cetak
    Untuk media cetak seperti koran, saya pikir orang akan lebih paham karena ilustrasi dan artikel pada koran yang menarik dan tidak bergerak seperti di televisi. tetapi, pendistribusian koran tidak menyeluruh, biasanya koran dijual ditempat-tempat umum atau dikirim  ke rumah atau instansi saja. Bagaiaman dengan yang tidak membeli koran?
    Media internet juga sangat berpengaruh besar dalam hal ini. Karena masyarakat yang lebih modern biasanya akan mencari berita lewat internet. Saya juga bersyukur, ada kegiatan lomba seperti ini, biasanya web-web instansi jarang dibuka. Tetapi PLN mungkin mencari cara agar lebih diakui di dunia maya. Salah satunya dengan lomba artikel di blog seperti ini. Lomba yang merupakan kerja sama PLN dengan BLOGdetik dalam rangka HLN ke 69 ini akan lebih memeperkenalkan web pln (www.pln.com) kepada masyarakat umum dan mengarahkan masyarakat pengguna intenet untuk membaca informasi yang ada di web pln.
  3. Media Sosial
    Media sosial seperti facebook dan twitter akan lebih menembak ke remaja saat ini yang notabene penikmat social media. Dengan pembuatan halaman fanpage, pengguna facebook yang menyukai halaman tersebut akan mendapatkan informasi secara langsung di beranda mereka jika ada update. Otomatis mereka akan lebih melirik artikel dari facebook mereka ketimbang harus mencari di mesin pencari (search engine) semacam google. Dan PLN sudah melaksanakan hal ini, tetapi saya rasa informasinya kurang. Untuk itu bisa ditambahkan lagi, juga dibubuhi ilustrasi yang menarik.
  4. Sosialisasi Langsung
    Sosialisasi ini jelas sudah dilaksanakan oleh unit-unit PLN. Dan di daerah saya juga pernah ada. Tetapi saya rasa, masih kurang. Masih perlu dicanangkan sosialisasi secara berkala yang ditujukan untuk masyarakat dan anak sekolah.
    Sosialisasi langsung perlu dilaksanakan
Dengan adanya sosialisasi-sosilisasi, jelas akan mengurangi angka orang yang mengatakan "sial" kepada PLN.

Apa yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat?

Tentu masyarakat awam tidak akan paham mengenai mengapa bisa terjadi blackout, mengapa isolator bisa flash dan semacamnya. Untuk itu perlu dipilah-pilah materi apa saja yang masyarakat perlukan dan inginkan.
  1. Pengenalan perusahaan
    Hal ini, akan menambah rasa hormat dan menghargai perusahaan.
  2. Sistem kelistrikan
  3. Mengapa listrik bisa padam
  4. Bahaya listrik
Semua materi diatas harus disosialisasikan sesuai porsinya. 

Apa yang harus masyarakat lakukan?

Karena masalah kelistrikan merupakan tanggung jawab dan untuk kepentingan bersama, dan PLN ditunjuk sebagai pengelola, untuk itu masyarakat juga harus mendukung program-program dari PLN itu sendiri. Seperti menghadiri sosialisasi di balai desa atu penggunaan listrik yang lebih hemat. 

Jadi, masih maukah di panggil "sialan"?

Oleh, Lilik

#ideKUUntukPLN, pln, lomba blog,
#ideKUUntukPLN

No comments

Terimakasih sudah berkunjung. Tinggalkan komentar anda.

© Aran Setiadi since 2014. Powered by Blogger.