Simongan Tak Akan Kulupa

"Simongan tak akan ku lupa...
tempat kita berlatih bersama...
siang malam selalu ditempa...
tuk menjadi karyawan PLN...
tuk menjadi karyawan PLN..
itulah harapan bangsa dan negara...
menjadi karyawan PLN..."

brimob simongan, hadi, pln, kesemaptaan
Digosok-gosok di Simongan :)
Hahaha, koplak juga nyanyi lagu itu lagi. Rasanya tu kaya kita kembali kemasa lalu pake kain waktunya Doraemon.  Melihat semangat dan perjuangan kami berkobar-kobar dalam hangatnya kebersamaan dalam suatu perbedaan.

Ok, sekedar cerita yah. Jadi, dalam perekrutan pegawai baru, pihak PLN tentunya menginginkan calon pegawainya nanti memiliki mental yang bagus dan siap untuk bekerja. Jadi kami, harus mengikuti kesemaptaan dulu. 

Jadi, waktu itu kami kumpul dulu di kantor PLN Distribusi Jateng & DIY di Semarang dengan kapala yang botak. Tetapi waktu itu masih saja ada yang ngga botak, jadi mereka harus potong rambut dulu. Aku ke-Semarang naik travel bersama barang bawaan saya. Sesampainya di tempat tujuan, belum ada yang kumpul. Memang guenya aja yang kepagian :). Aku istirahat dulu di masjid depan kantor. 

Setelah kami semua kumpul, kami naik bus ke tempat kesemaptaan kami. Banyak orang tua yang mengantarkan anaknya sambil dada-dada gitu. Aku ngga ada yang ngantar, jadi sedih. Di bis aku sebangku sama +Fajar Sutomo . 

Ternyata, kami tidak langsung menuju ke tempat kesemaptaan, tetapi kami transit di Udiklat Semarang, tepatnya di gedung olahraga. 

Disana kami para manusia rekrutmen dari distribusi jateng (disjateng) bertemu dengan manusa-manusia dari Bandung, Palembang, Aceh, Medan, dll. Macem-macem dah. Muka dan logatnya beda banget sama orang jawa. Dan selanjutnya kami menunggu manusia dari mana lupa. bangsane Munardoan lah :)

Kami istirahat dulu disitu. Aku sambil musikan lagunya JKT48 yang RIVER sambil mata ditutupin. Aku sambil nangis. Aku sedih banget, aku kangen keluargaku. Tapi temen saya dari Tanggerang si +Rizki apudin terus menuport saya. Biar aku ngga nangis dan siap untuk menghadapi ganasnya masa depan.

Tapi hal itu susah, aku tetep ngga bisa mbendung air mataku. Terus gue ke WC.Bukan buat berak atau melakukan "hal-hal" itu. Tetapi aku kembali nangis dan aku teriak-teriak sambil nyanyi lagu RIVER. Bener-bener plong rasanya waktu itu.

Aku keluar dan memandangi sekitar. "Ya, Aran, kamu pasti siap mengahadapi semua ini. jangan sia-siakan kesempatan ini." Setelah menunggu sampai malam, akhirnya Munardo dkk datang. Waktu itu belkum kenal si Munardo. Akhirnya kami berbaris dan menuju aula. 

Kami dieberikan pengarahan dan selanjutnya diberi seragam kesemaptaan. Menunggu nama dipanggil oleh brimob rasanya deg-degan banget. Padahal mereka bukan dewa kematian, tapi rasanya nyawa mau terbang aja. 

Setelah seragam dan segala perlengkapannya kami pakai. Kami, berbaris dan menaiki mobil polisi yang buat bawa orang banyak yang kaya truk itu. Aku tahu pasti semua manusia yang ada disitu merasakan hal yang sama denganku. Kami menuju ke tempat kesemaptaan dalam gemerlapnya malam kota Semarang.

Akhirnya tiba juga di tempat kesemaptaan kami di Brimob Simongan Semarang Kompi 2. Alamatnya disini. Baru turun dari truk, kami harus jalan jongkok menuju lapangan depan Brimob. Jadi keinget waktu pelantikan Bantara dulu waktu SMK :).

Kami dikumpulkan dan diberi pengarahan. Dan juga pembagian pleton. Semua manusia rekrutmen disjateng berada di pleton 1 dan tambahan dari Aceh. Dan kami istirahat di barak dengan banyak tempat tidur tingkat yang terlihat horo banget. Aku tidur dan diatasku si Alif, sekarang dia tugas di APB Semarang. 

Saya berpikir, hari-hari disini pasti begitu menakutkan. Berada dilingkungan kepolisan yang sangat luas dan banyak ditumbuhi pohon-pohon besar. Yang lebih menakutkan lagi sering terlihat polisi-polisi brimob yang lalu-lalang berpatroli sambil menjinjing pistol.

Saya berpikir, ini momen istimewa dalam hidupku dan pasti tidak terjadi kembali. Akhirnya gue berpikiran untuk menulis semacam diary di sebuah buku kecil pemberian pak brimob. Mulai dari hari pertama sampai hari ke-10. Semua aku tulis seadanya dengan tulisan yang kaya cakaran ayam. Tapi di sini, aku tulis dengan sedikit perubahan. Karena di buku, aku catat secara ringkas.

Shonichi (Hari Pertama)

Suara adzan subuh terdengar begitu lantang dari masjid besar di sudut wilayah Brimob. Tidak ada alarm dari HP seperti biasanya, karena HP kami memang disita waktu itu. Kami bergegas pergi ke Masjid untuk melakukan kewajiban kami sebagai umat islam. Kemudian gue sarapan bersama 70an yang sespecies dengan gue. Cara makan kami sungguh tidak seperti biasanya, harus siap dan tertib bak calon polisi saja. Tapi memang hal itu disengaja untuk membuat kami pribadi yang tertib dan siap.
pitik tukung, kesemaptaan, brimob simongan, ade irman, ade irma
Menjalin keakraban
Kegiatan selanjutnya yaitu tes kesehatan. Yang dicek cuma berat badan sama tinggi badan. Ngga nyangka berat gue 86 kg. Kata petugasnya si badan aku sehat. Sambil menunggu giliran untuk dites. Kami bercerita dan bersenda gurau di bawah pohon. Saling berkenalan dan promosi daerah masing-masing. Aku nyanyi lagu Pitik Tukung wakti itu. 
pln, lari siang, brimob simongan, kesemaptaan pln
Lari siang biar badan sehat
Siang hari pertama sungguh membuat kedua tangan gue ngangkat. Lo bayangin aja, muter lapangan dengan keliling 500 m sebanyak tiga kali putaran. Ajigile. Udah panas banget lagi. Tapi tetep aja kami lakuin sambil nyanyi-nyayi. Kata brimobnya yang namanya Ade Irman, biar ngga cape harus nyanyi. Tetep aja cape pak. Temen saya, si Rizki saja sampai hampir pingsan Pak. 
alif rizki, dwi yulianto, fajar sutomo, raka siwi, aran setiadi, simongan, brimob simongan
Makan-makan
Terus apa hubungannya mulut yang mangap-mangap sama kaki yang mingip-mingip. Tapi, memang tujuannya biar badan sehat. Kan suatu perusahaan tentunya menginginkan karywannya sehat. Ngga sakit, apa lagi sakit jiwa :) Habis lari-lari otomatis perut lapar. Jadi kami makannya lahap banget, lahape ora eling. Temen gue si Fajar sempet muntah, mungkin kebanyakan minum dan habis lari. Untung aku ngga ikut muntah. Biasanya kalau aku muntah bukan nasi yang kelujar, tapi truk yang keluar hahahha
pbb, simongan, brimob simongan, pln angkatan 9
PBB melatih ketaanggapan siswa
Sorenya kami latihan PBB, tapi baru gerakan di tempat. Ah, it is so eazy for me. Because i'm scout. :) Dan habis Isa, dilanjutin dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang kebangsaan oleh Pak Dedy Indiyanto. Ada tugasnya juga loh, kaya anak SMK. Dan waktunya ngerjainnya begitu cepat.
kesemaptaan pln, pln angkatan 9, simongan
Siswa kesemaptaan sedang mengikuti pembelajaran
Selanjutnya ada pembekalan dari pembina saya, Ade Irman dan Daman Huri, lupa titlenya sory :)

Ya namanya kesempataan, ibaratnya singa yang lagi dicambuk. Beginilah, jalani saja. Eh, malah mulai berkurang rasa kangennya sama keluarga. Udah ngga sampe nangis-nangis. 

Waktu aku nulis ini, aku sama Alif lagi piket serambi, kaebagian jam pertamaan. Sambil cerita-cerita si tentang masa lalunya si Alif :)

Hari Kedua

Hari-hari berikutnya kami jalani seperti biasa, sholat, mandi,apel, makan dll. Tapi saya rasa semakin hari saya mengalami perubahan. Mulai yang tadinya loyo sekarang udah muali kuat larinya dll. Pokoknya disini tambah baik lah. 

Tiidak seperti hari pertama, pagi-pagi kami sudah joging keluar wilayah brimob mengelilingi daerah penduduk di sekitar. Dilanjutnya dengan PBB sampai waktu Jumatan datang. Kali ini PBBnya ada tambahan gerakan, ada heloan, melintang, buka tutup topi. 
simongan, pbb, kesemaptaan pln
PBB
Waktu jumatan suruh dengerin ceramah oleh Ustad Arifin malah gue ketiduran hehehe..
ustad arifin, simongan, brimob simongan, kesemaptaan
Ceramah oleh Ustad Arifin
Kembali kami menerima pelaajaran di aula. Kali ini pelajaran mengenai Menejemen Keaman oleh Kompol Mifta Hadi Safi'i SIK MIK dan materi kedua: Karakter dan Kejuangan oleh Kompol Guki Ginting SIK MSI. Sunggu itu membuat wawasan kami bertambah dan rasa cinta tanah air pun bertamabah.
menejemen keamanan, mifta hadi, simongan , kesempataan
Penyampaian materi menejemen keamanan melatih siswa tanggap dan waspada
Dilanjut dengan PBB lagi bentar. Habis sholat Isa suruh dengerin pengarahan, ngantuknya bukan main bro. Merem melek gitu. Tapi harus melotot, kalau engga dimarahin pembina. 

Kami diajari nyanyi lagi. Eh, malah apel malamnya kami suruh pus-up karena yel-yelnya kami jelek hahaha.. 

Pokoknya yang bikin hati pembina sakit, pasti kami harus pus-up hahhaa...

Hari Ketiga 

Kami melaksanakan mountenering, semacam turun dari ketinggian 30man dengan menggunakan tali gitu. Sungguh mengasikan tapi ekstrim juga. Kami bergiliran ngelakuinnya. Pertama kami turun kebawah menhadap atas dengan kaki dibenturkan ke dinding. Kedua, kami turun berjalan menghadap bawah. Yang ketiga kami terjun bebas ke bawah. Tapi tetep pakai tali. Jadi aman, saya aja masih hidup :) Kata pembina, waktu terjun pertama kali aku lada-lede. Ya iya lah ngilangin rasa takut bos. Hahaha...Padahal aku cuma ngeluapin ekspresi senangku saat berhasil melaksanakan mountenering. Banyak yang disuruh push-up karena dirasa kurang bagus, termasuk aku.
mountenering, simongan, brimob simongan, ade irman, prajabatan pln angkatan 9
Mountenering dari ketinggian 30m
mountenering, simongan, brimob simongan, ade irman, prajabatan pln angkatan 9
Mountenering melatih siswa percaya diri dan berani
Kemudian kami ishoma seperti biasa. Lanjut lagi  bagi yang belum mendapat giliran. Yang udah, lanjut diajari pembina yang mirip aliando jaman sekarang. Diajarin tali-temali. Sambil santai-santai lah.
mountenering, simongan, brimob simongan, ade irman, prajabatan pln angkatan 9
Menguji nyali
Pas sholat magrib, sepatu kami dituker-tuker sama anak-anak sekitar masjid. Oh sialan tuh anak, untung sepatu aku paling besar, jadi mudah nemuinnya. :)

Terus lanjut di bimbing Pak Hery. Diputerin video kucing gitu, terus ada cewe seksi gitu. Aku lupa ceritanya lah. Pokoknya itu video motivasi.

Kembali ada yel-yel dan nyanyi-nyanyi. Pokoknya asik dah. Eh, tapi tadi pagi lari-larinya cape banget loh. 

OK, karena artikel ini udah panjang banget, dan pasti yang baca udah cape tingkat dewa :). Gue tutup artikel ini ya. Untuk lanjutan hari ke-4 dan seterusnya di posting selanjutnya ya. OK :)
© Aran Setiadi since 2014. Powered by Blogger.